Langsung ke konten utama

Postingan

komik

Postingan terbaru

Hidup Kharos, Kharos Hidup (Welwitschia mirabilis)

  Jauh dari surga, beralaskan pasir   Daunnya terkoyak oleh angin yang berdesir   Purnama berganti sabit, ia selalu menjulur   Menembus ke bawah, kakinya panjang umur Walau tiada tetes hujan, kabut dan embun yang akan memeluknya   Meski kau sendirian, lega dan sukacita akan mendekapmu   Ia bertahan, sama sepertimu Berdiri enggan musnah, tabah sepanjang masa Terlihat bersimpuh, tengkurap menyerah   Namun jika kau lihat ke bawah Akar takkan takluk dengan mudah, menghujam ke tanah   Mengais serapan, menopang harapan, dari segala terpaan   Hari berganti pekan, terik berganti gigil Dia selalu di sana, selalu menantimu  Sebab ia yakin, senyum selalu tersumber darimu

Telinga Serba Dengar

Andai aku bisa mendengar teriakan para semut Pasti ku tertawa  Andai ku tahu nyanyian para burung Pasti ku terhibur Bayangkan jika aku bisa berdebat dengan kucing Tentulah aku yang menang Jika aku bisa mengerti mereka  Pastilah aku akan sumringah Ku lewati hari tanpa jengah Jika aku bisa dengar suara mereka Niscaya tiada lagi sepi Yang kian malam kian menghantui

Berlalu

 Pernahkah kau duduk di samping jendela Di dalam kendaraan yang melaju Semua berlalu begitu saja Ribuan pagar dan pohon yang berjajar Sebuah gunung yang terlihat dari jauh Membuatku merenung Awan yang berbaris Menyuruh bibirku tersenyum tipis    Semuanya baik-baik saja    Badai takkan lama   Asalkan kau terus merangkak ke depan Suatu saat gelap akan lelah memberimu selimut Terang benderang akan menarikmu dari sumur  Yang kau kira tempat ternyaman Ingatlah ketika palang pintu mulai menutup Tunggulah sebentar Dengarkan irama sirine parau Bukalah mulutmu, nyanyikan marahmu

Air Mata

Andai air mataku sewangi bunga melati Tentu aku sudah menempelkan tabung di wajahku Setetes demi setetes Aku peras tangisku, seperti minyak atsiri yang diambil Akan ku percikkan ke tanah Yang di bawahnya terbaring orang yang paling terkasih Andaikan raungan sedihku semerdu kicauan burung Tentu sudah kurekam dan kuputar di ujung peristirahatannya Namun aku hanya bisa mengerang kesepian Bersandar di kursi pesakitan Andai tetesan itu menjadi hujan  Tentulah cekungan kosong terisi menjadi danau Dan aku membenamkan diriku dalam pengandaian Jika begini jika begitu Berapa besarnya duka yang dibebankan padaku  Tetap kupikul aku redakan dengan kerelaanku

SEPEREMPAT ABAD

Seperempat abad aku hidup di alam fana Bagaikan enam jam di rumah rasanya Pantaslah kau tak izinkanku berkelana Sebab kau memang hanya sebentar saja Menjadi bagian dalam kisahku di babak pertama Sementara Ku terhuyung-huyung untuk selalu tetap Berada di jalur yang semestinya  Harus kuhabiskan bergerak ke depan Membuka cobaan yang tertutup hari esok Tanpamu Hilangnya kesempatanku, berbakti padamu Kini telah sampailah di ujung  Dimana aku hanya bisa mengingat segala tentangmu Memeluk erat menyimpan rapat Kaleng dan laci yang berisi semua Bukti-bukti abadi bahwa engkau  Di masa itu jadi matahari di kala siang Air di kala kering, dan nafas di kala aku sesak terhimpit Terpujilah engkau

DOA UNTUK IBU

 AL FATIHAH KHUSUSON ALMARHUMAH IBU  Ya Allah, ampunilah ibuku dan berikanlah rahmat padanya, berikanlah kesehatan padanya dan maafkanlah dosa-dosanya, muliakanlah tempat kediamannya dan luaskanlah tempat masuknya, cucilah dia dengan air, salju, dan embun, sucikanlah dia dari segala dosa sebagaimana Engkau membersihkan  muliakanlah tempat kediamannya dan luaskanlah tempat masuknya, jadikanlah kuburnya sebagai ta  pakaian putih dari kotoran, berilah ibu rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluargaku, suami yang lebih baik dari suaminya, dan masukkanlah dia ke dalam surga, serta lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka Ya Allah, ampunilah ibuku dan berikanlah rahmat padanya, berikanlah kesehatan padanya dan maafkanlah dosa-dosanya, taman-taman surga, dan janganlah Engkau menjadikannya sebagai lubang dari lubang-lubang neraka. Ya Allah kasihanilah ibuku Ya Allah segala kemuliaan hanya untukMu, hanya Engkaulah penolongku, maka bant...