Andai air mataku sewangi bunga melati
Tentu aku sudah menempelkan tabung di wajahku
Setetes demi setetes
Aku peras tangisku, seperti minyak atsiri yang diambil
Akan ku percikkan ke tanah
Yang di bawahnya terbaring orang yang paling terkasih
Andaikan raungan sedihku semerdu kicauan burung
Tentu sudah kurekam dan kuputar di ujung peristirahatannya
Namun aku hanya bisa mengerang kesepian
Bersandar di kursi pesakitan
Andai tetesan itu menjadi hujan
Tentulah cekungan kosong terisi menjadi danau
Dan aku membenamkan diriku dalam pengandaian
Jika begini jika begitu
Berapa besarnya duka yang dibebankan padaku
Tetap kupikul aku redakan dengan kerelaanku
Komentar
Posting Komentar