Pernahkah kau duduk di samping jendela
Di dalam kendaraan yang melaju
Semua berlalu begitu saja
Ribuan pagar dan pohon yang berjajar
Sebuah gunung yang terlihat dari jauh
Membuatku merenung
Awan yang berbaris
Menyuruh bibirku tersenyum tipis
Semuanya baik-baik saja
Badai takkan lama
Asalkan kau terus merangkak ke depan
Suatu saat gelap akan lelah memberimu selimut
Terang benderang akan menarikmu dari sumur
Yang kau kira tempat ternyaman
Ingatlah ketika palang pintu mulai menutup
Tunggulah sebentar
Dengarkan irama sirine parau
Bukalah mulutmu, nyanyikan marahmu
Komentar
Posting Komentar