Langsung ke konten utama

SEPEREMPAT ABAD

Seperempat abad aku hidup di alam fana

Bagaikan enam jam di rumah rasanya

Pantaslah kau tak izinkanku berkelana

Sebab kau memang hanya sebentar saja

Menjadi bagian dalam kisahku di babak pertama

Sementara

Ku terhuyung-huyung untuk selalu tetap

Berada di jalur yang semestinya 

Harus kuhabiskan bergerak ke depan

Membuka cobaan yang tertutup hari esok

Tanpamu

Hilangnya kesempatanku, berbakti padamu

Kini telah sampailah di ujung 

Dimana aku hanya bisa mengingat segala tentangmu

Memeluk erat menyimpan rapat

Kaleng dan laci yang berisi semua

Bukti-bukti abadi bahwa engkau 

Di masa itu jadi matahari di kala siang

Air di kala kering, dan nafas di kala aku sesak terhimpit

Terpujilah engkau


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Kharos, Kharos Hidup (Welwitschia mirabilis)

  Jauh dari surga, beralaskan pasir   Daunnya terkoyak oleh angin yang berdesir   Purnama berganti sabit, ia selalu menjulur   Menembus ke bawah, kakinya panjang umur Walau tiada tetes hujan, kabut dan embun yang akan memeluknya   Meski kau sendirian, lega dan sukacita akan mendekapmu   Ia bertahan, sama sepertimu Berdiri enggan musnah, tabah sepanjang masa Terlihat bersimpuh, tengkurap menyerah   Namun jika kau lihat ke bawah Akar takkan takluk dengan mudah, menghujam ke tanah   Mengais serapan, menopang harapan, dari segala terpaan   Hari berganti pekan, terik berganti gigil Dia selalu di sana, selalu menantimu  Sebab ia yakin, senyum selalu tersumber darimu

MEMANG SUDAH SAATNYA

Siapa yang bisa menyangka Kukira engkau hanya tidur sementara Inilah hari ketika aku tak sanggup Berdiri tegap menatap Tibalah masa Saat aku tak lagi bisa Memandang hujan dengan cara yang sama Menata rapi seperti yang kau pinta Melihatmu terlelap dan tetap bernafas Telah kucatat semua hal-hal terakhir yang kau tunaikan Sudah kubaca resep yang telah kau tinggalkan Ku coba memeluk erat semua kepingan Hidupku seperti tenggelam, dan aku mengambang dalam kelimpungan Mengais-ngais ranting ku coba untuk menggenggam Seperempat abad bersamamu di dunia Terasa lebih berharga daripada emas seluas benua Kasihmu berpijar dan melekat di jiwaku Ku halangi waktu dari merenggut suaramu Dan telah ku lapangkan memori agar kau abadi