Langsung ke konten utama

SEPEREMPAT ABAD

Seperempat abad aku hidup di alam fana

Bagaikan enam jam di rumah rasanya

Pantaslah kau tak izinkanku berkelana

Sebab kau memang hanya sebentar saja

Menjadi bagian dalam kisahku di babak pertama

Sementara

Ku terhuyung-huyung untuk selalu tetap

Berada di jalur yang semestinya 

Harus kuhabiskan bergerak ke depan

Membuka cobaan yang tertutup hari esok

Tanpamu

Hilangnya kesempatanku, berbakti padamu

Kini telah sampailah di ujung 

Dimana aku hanya bisa mengingat segala tentangmu

Memeluk erat menyimpan rapat

Kaleng dan laci yang berisi semua

Bukti-bukti abadi bahwa engkau 

Di masa itu jadi matahari di kala siang

Air di kala kering, dan nafas di kala aku sesak terhimpit

Terpujilah engkau


Komentar

Postingan populer dari blog ini

komik

 PeterLauris.com/comics

Aphelion Perihelion

  Seperti ungkapan Kita sedekat nadi Lalu menjauh sejauh mentari Ku rasa tak seperti itu Ku coba ingat kembali Kita bahkan tak sedekat Sabang Merauke Seperti saat ini berjarak Miangas Rote Kita hanya berpapasan Dalam jangka seperseratus tahun di dunia maya Sisanya seperempat hari di dunia nyata Sesingkat itu seperti kedipan mata Sebuah kedipan yang mengubah hidupku Titik balik kisahku Tiap hari kembali seperti semula Jalur yang berkeliling Inilah masanya, saat terjauh darimu Sudah kuduga akan berada di sini Tempat yang kedap Dari pantulan wajahmu, gelombang suaramu

BAGAIMANA JIKA JAWA BUKANLAH KUNCI?

  Beberapa kali aku berpikir apa jadinya jika persebaran penduduk Indonesia jauh lebih merata dari sekarang? Aku menghitung secara kasar bahwa  lebih dari 30 juta jiwa bisa berpindah ke luar Jawa demi pemerataan ini. Darimana aku bisa mendapat angak tersebut? yakni dari komposisi etnis dari 6 propinsi di pulau Jawa. Aku beberapa kali di media sosial menyayangkan program transmigrasi. Seharusnya orba fokus membuat aglomerasi baru di luar Jawa, agar semuanya bisa menjadi lebih sejahtera. Di samping itu, pemerintah harus mengawasi pelabuhan dari "serbuan' perantau yang ingin mengadu nasib di pulau Jawa. Mungkin ini terdengar agak otoriter, namun ini jauh lebih adil dan tidak menimbulkan dampak sosial yang besar serta mengurangi potensi konflik horizontal di masa depan antara pendatang dan pribumi.   Hmm sudah terbayang berbagai macam alternatif di kepalaku Bagaimana dengan kalian? Oh iya satu lagi bagaimana kalau kegiatan ekonomi juga tersebar di 7 bagian Indonesia?...