Seperempat abad aku hidup di alam fana
Bagaikan enam jam di rumah rasanya
Pantaslah kau tak izinkanku berkelana
Sebab kau memang hanya sebentar saja
Menjadi bagian dalam kisahku di babak pertama
Sementara
Ku terhuyung-huyung untuk selalu tetap
Berada di jalur yang semestinya
Harus kuhabiskan bergerak ke depan
Membuka cobaan yang tertutup hari esok
Tanpamu
Hilangnya kesempatanku, berbakti padamu
Kini telah sampailah di ujung
Dimana aku hanya bisa mengingat segala tentangmu
Memeluk erat menyimpan rapat
Kaleng dan laci yang berisi semua
Bukti-bukti abadi bahwa engkau
Di masa itu jadi matahari di kala siang
Air di kala kering, dan nafas di kala aku sesak terhimpit
Terpujilah engkau
Komentar
Posting Komentar