Langsung ke konten utama

DOA UNTUK IBU

 AL FATIHAH KHUSUSON ALMARHUMAH IBU 

Ya Allah, ampunilah ibuku dan berikanlah rahmat padanya, berikanlah kesehatan padanya dan maafkanlah dosa-dosanya, muliakanlah tempat kediamannya dan luaskanlah tempat masuknya, cucilah dia dengan air, salju, dan embun, sucikanlah dia dari segala dosa sebagaimana Engkau membersihkan muliakanlah tempat kediamannya dan luaskanlah tempat masuknya, jadikanlah kuburnya sebagai ta pakaian putih dari kotoran, berilah ibu rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluargaku, suami yang lebih baik dari suaminya, dan masukkanlah dia ke dalam surga, serta lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka

Ya Allah, ampunilah ibuku dan berikanlah rahmat padanya, berikanlah kesehatan padanya dan maafkanlah dosa-dosanya, taman-taman surga, dan janganlah Engkau menjadikannya sebagai lubang dari lubang-lubang neraka.

Ya Allah kasihanilah ibuku

Ya Allah segala kemuliaan hanya untukMu, hanya Engkaulah penolongku, maka bantulah aku dalam menghadapi kenyataan hidup yang baru. Aku rela pada ketetapanMu, maka bantulah hambamu yang lemah ini dalam menjalani kehidupan tanpa kasih Ibu. 

Sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang, sebab Engkau telah menakdirkan aku diasuh oleh ibu yang sangat menyayangiku. Ribuan ucap syukur aku terbangkan ke langit untukMu Wahai Tuhanku, sebab Engkau telah menganugerahiku seorang ibu yang sangat baik, sungguh Ibuku adalah bentuk kasihMu yang nyata yang telah mendampingiku selama seperempat abad

Ya Allah Engkau Maha Pendengar segala doa yang tulus, kasihanilah ibuku

Ya Allah Tuhan yang kasih karuniaNya seluas langit dan bumi, terangkanlah kuburnya ketika aku berdoa untuknya, ketika saudaraku berdoa untuknya, ketika suaminya berdoa untuknya dan ketika umat islam berdoa untuknya, sungguh nikmatMu yang sangat besar ini membuatku merasakan seperempat abad mendapatkan kucuran kasihMu melalui perantara tangan ibuku

Ya Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, kehendakMu meliputi seluruh alam semesta, sungguh aku hamba yang hina ini  pernah menzalimi ibuku, aku memohon padaMu wahai tuhanku, sampaikanlah permintaan maafku kepadanya, dan berilah ia pertanda bahwa anaknya yang masih hidup senantiasa mendoakannya, 

Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun, aku percaya kepadaMu bahwa ampunanmu jauh lebih besar daripada siksaMu, maka hapuskanlah dosa-dosa ibuku, sebagaimana Engkau mengampuni dosaku. maafkanlah hamba karena menyia-nyiakan rahmatmu 

Ya Allah Tuhan Yang Melapangkan, lapangkanlah kuburnya

Ya Allah Engkau adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui, aku bersyukur kepadaMu sebab ibuku sangat menyayangiku, aku bersyukur atas tiap hari yang dihabiskan selama dua puluh lima tahun bersamaku, ibuku susah payah membesarkan dan merawat aku, menghabiskan hidupnya berjihad di jalanMu, maka  aku memohon padaMu Wahai Tuhaku berikanlah ganjaran kebaikannya,berilah pertanda baginya bahwa anaknya yang masih hidup di dunia, sangat menyayanginya dan mendoakannya selalu

Ya Allah Tuhan Yang Maha Penyantun, aku percaya kepadamu setiap kali aku meminta maka selalu Engkau kabulkan, maka santunilah ibuku dengan rahmatMu, sungguh ia sangat baik dan berhati tulus, dan ampunilah dosanya tiap kali hamba menyebutkan kebaikannya semasa di dunia

Ya Allah Tuhan yang Maha Mulia Maha Bijaksana dan Maha Pemaaf, aku percaya kepadaMu bahwa engkau menggenggam langit dan bumi, maka aku memohon padaMu untuk meringankan beban di alam kubur tiap kali aku mengirimkan Al Fatihah kepada ibuku

 Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Kharos, Kharos Hidup (Welwitschia mirabilis)

  Jauh dari surga, beralaskan pasir   Daunnya terkoyak oleh angin yang berdesir   Purnama berganti sabit, ia selalu menjulur   Menembus ke bawah, kakinya panjang umur Walau tiada tetes hujan, kabut dan embun yang akan memeluknya   Meski kau sendirian, lega dan sukacita akan mendekapmu   Ia bertahan, sama sepertimu Berdiri enggan musnah, tabah sepanjang masa Terlihat bersimpuh, tengkurap menyerah   Namun jika kau lihat ke bawah Akar takkan takluk dengan mudah, menghujam ke tanah   Mengais serapan, menopang harapan, dari segala terpaan   Hari berganti pekan, terik berganti gigil Dia selalu di sana, selalu menantimu  Sebab ia yakin, senyum selalu tersumber darimu

SEPEREMPAT ABAD

Seperempat abad aku hidup di alam fana Bagaikan enam jam di rumah rasanya Pantaslah kau tak izinkanku berkelana Sebab kau memang hanya sebentar saja Menjadi bagian dalam kisahku di babak pertama Sementara Ku terhuyung-huyung untuk selalu tetap Berada di jalur yang semestinya  Harus kuhabiskan bergerak ke depan Membuka cobaan yang tertutup hari esok Tanpamu Hilangnya kesempatanku, berbakti padamu Kini telah sampailah di ujung  Dimana aku hanya bisa mengingat segala tentangmu Memeluk erat menyimpan rapat Kaleng dan laci yang berisi semua Bukti-bukti abadi bahwa engkau  Di masa itu jadi matahari di kala siang Air di kala kering, dan nafas di kala aku sesak terhimpit Terpujilah engkau

MEMANG SUDAH SAATNYA

Siapa yang bisa menyangka Kukira engkau hanya tidur sementara Inilah hari ketika aku tak sanggup Berdiri tegap menatap Tibalah masa Saat aku tak lagi bisa Memandang hujan dengan cara yang sama Menata rapi seperti yang kau pinta Melihatmu terlelap dan tetap bernafas Telah kucatat semua hal-hal terakhir yang kau tunaikan Sudah kubaca resep yang telah kau tinggalkan Ku coba memeluk erat semua kepingan Hidupku seperti tenggelam, dan aku mengambang dalam kelimpungan Mengais-ngais ranting ku coba untuk menggenggam Seperempat abad bersamamu di dunia Terasa lebih berharga daripada emas seluas benua Kasihmu berpijar dan melekat di jiwaku Ku halangi waktu dari merenggut suaramu Dan telah ku lapangkan memori agar kau abadi