Langsung ke konten utama

Postingan

ALTERNATE UNIVERSE OF INDONESIA

 Halo kawan kebudayaan Kali ini aku akan membagikan sebuah Semesta Alternatif yang menjunjung tinggi unsur kebudayaan. Berikut saya jelaskan: 1.      Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel dan Lampung tetap menjadi Buddha seperti di jaman Sriwijaya. Akibatnya, bahasa Melayu lebih banyak pengaruh dari Sansekerta. Akan ada banyak tempat seperti Candi Muara Takus atau Biaro Bahal. Kuil/Wihara berbentuk seperti rumah Gadang. Akan lebih banyak perkawinan campur antara Bumiputra dan Tionghoa. 2.        Batak melalui kota Barus menganut Kristen Ortodoks  sehingga muncul Huria Kristen Batak Ortodoks yang menggunakan ritus Aleksandrian dan menggunakan bahasa Batak Gerejawi sehingga mereka punya banyak perbedaan dengan Kristen lainnya di Nusantara, bisa dilihat ketika masuk gereja para perempuan mengenakan tudung ulos. Seiring perkembangan waktu orang Karo dan Gayo mulai memeluk Katolik ritus Timur. Pada bagian Toba dan bagian Timur Toba terdeapat ...

Cahaya di Bejana

  Jika kau merasa tak sanggup Menggapai dia Percayalah padaku  Masih ada ribuan bunga di taman yang bisa kau petik Masih berhamburan kupu-kupu yang takkan menampik Selalu ada tatapan lembut yang cerahkan harimu Selama kau masih menghirup udara yang sama Ketahuilah kau akan rimbun menghijau Di depan orang yang butuh naungan Bukalah lebar-lebar Kau harus berpijar Bentangkan layar Tanpa henti tiada gentar Pejamkan sejenak Lalu lihatlah pantulan wajahmu  Dalam sebuah bejana berisi air Basuh hatimu dengan kerelaan Gunting semua ikatan beban                                                                                                                              ...

Taman Apsari

Malam minggu ku tiada tara Gembiranya membuatku merasa Hidup ini bermakna Sekalipun penuh resah Aku masih bisa mengayuh sepeda kemari Bertengger pada bangku yang sepi Walau aku sendiri Setidaknya air mancur itu terpancar ke atas Memercikkan air untuk hati yang kering Bayangan bersamanya Terbawa hingga kini Seliweran seperti orang-orang di sini Saat dia duduk di sini Di sampingku, telinganya menangkap keluhku Di depanku ia hadiahkan senyum beku Aku genggam bagai kepingan es yang segera mencair Kerumunan membuatku bertanya Apakah aku tak layak untuk siapapun?  Deru kendaraan dan sorot lampu Seteguk botol yang kuminum Ku habiskan agar aku bisa pulang Tanpa beban tanpa ganjalan

Google Art Coloring Book Holiday

 INI BARU KEBUDAYAAN Female performer with tanpura     Elephant and Lion Fight

Basanta Puja

      Aku melihatmu dibalik tirai  Jauh di atas sana  Diam berselimut sirus yang tipis Ingin kurobek tiraiku yang bercorak inferior Agar aku bisa memandangimu utuh imparsial Pantulanmu yang berpendar Menyibak suramnya malam Tibalah saatnya aku menari sembari disirami Cahaya lirih tentram di hati Terkadang kau hadir di kala siang Putih lembut tersudut di langit biru Ketika kau mulai mengitari hidupku Surutlah kehampaan Tenggelam dalam pasang-naik gembira Menuju ke arahmu  Aku berjalan mengambang dalam keraguan Mampukah aku menapaki permukaanmu  Bolehkah aku memberi jejak di jiwamu

NYALA API

Aroma tanah yang basah tercium Mengelus bulu hidungku Laron bernyanyi mengitari cahaya lampu Bertebaran merangkak di lenganku Inilah hidupku, indra yang kupunya Tetesan air dari atap yang putih Cipratan yang menggaris di kaca Simbolisme tangisan yang tak mengucur dari mataku Kusudahi ini Tiada lagi basah kuyup Aku ingin mengering selamanya Kuhentikan nyala api asmara Ku siram dengan residu air nestapa Sampai bara yang terakhir menyala, padam Hingga asap yang terakhir menyembul, lenyap Aku ini

Cocok tanam

  Bayangkan jika hidup  Menyala tanpa redup Biarkan aku berkhayal  Suatu hal tak masuk diakal Di masa depan Kita duduk di beranda Esok harinya kita memanen sekarung daun selada Ku menebar benih Kau menanam kasih Ku menyiram semua Kau menghalau hama Dan tibalah hari memanen  Ku tersadar bahwa tiada yang permanen  Beranjaklah dari mimpi Bahkan yang tak berujung pun sebenarnya bertepi Hijau kuncup akhirnya gugur dan pupus Bahkan dikecup pun akhirnya putus Kita tidak cocok Dan aku tak menanam