Langsung ke konten utama

Basanta Puja

 Lunar Halo | For me the Blue Moon (and the whole sky) was co… | Flickr

 

 


Aku melihatmu dibalik tirai 

Jauh di atas sana 

Diam berselimut sirus yang tipis

Ingin kurobek tiraiku yang bercorak inferior

Agar aku bisa memandangimu utuh imparsial

Pantulanmu yang berpendar

Menyibak suramnya malam

Tibalah saatnya aku menari sembari disirami

Cahaya lirih tentram di hati

Terkadang kau hadir di kala siang

Putih lembut tersudut di langit biru

Ketika kau mulai mengitari hidupku

Surutlah kehampaan

Tenggelam dalam pasang-naik gembira

Menuju ke arahmu 

Aku berjalan mengambang dalam keraguan

Mampukah aku menapaki permukaanmu 

Bolehkah aku memberi jejak di jiwamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

komik

 PeterLauris.com/comics

Aphelion Perihelion

  Seperti ungkapan Kita sedekat nadi Lalu menjauh sejauh mentari Ku rasa tak seperti itu Ku coba ingat kembali Kita bahkan tak sedekat Sabang Merauke Seperti saat ini berjarak Miangas Rote Kita hanya berpapasan Dalam jangka seperseratus tahun di dunia maya Sisanya seperempat hari di dunia nyata Sesingkat itu seperti kedipan mata Sebuah kedipan yang mengubah hidupku Titik balik kisahku Tiap hari kembali seperti semula Jalur yang berkeliling Inilah masanya, saat terjauh darimu Sudah kuduga akan berada di sini Tempat yang kedap Dari pantulan wajahmu, gelombang suaramu

BAGAIMANA JIKA JAWA BUKANLAH KUNCI?

  Beberapa kali aku berpikir apa jadinya jika persebaran penduduk Indonesia jauh lebih merata dari sekarang? Aku menghitung secara kasar bahwa  lebih dari 30 juta jiwa bisa berpindah ke luar Jawa demi pemerataan ini. Darimana aku bisa mendapat angak tersebut? yakni dari komposisi etnis dari 6 propinsi di pulau Jawa. Aku beberapa kali di media sosial menyayangkan program transmigrasi. Seharusnya orba fokus membuat aglomerasi baru di luar Jawa, agar semuanya bisa menjadi lebih sejahtera. Di samping itu, pemerintah harus mengawasi pelabuhan dari "serbuan' perantau yang ingin mengadu nasib di pulau Jawa. Mungkin ini terdengar agak otoriter, namun ini jauh lebih adil dan tidak menimbulkan dampak sosial yang besar serta mengurangi potensi konflik horizontal di masa depan antara pendatang dan pribumi.   Hmm sudah terbayang berbagai macam alternatif di kepalaku Bagaimana dengan kalian? Oh iya satu lagi bagaimana kalau kegiatan ekonomi juga tersebar di 7 bagian Indonesia?...