Langsung ke konten utama

BELI 2 DAPAT 2


 Halo jumpa lagi denganku di kolom OVERSHARING



Pada tulisan ini aku berbagi pengalaman tentang memelihara ikan. Jadi ibuku resah dengan kamar mandi yang menjadi tempat nyamuk berkembang-biak, lalu ia membeli 2 ekor ikan mas kecil. Saat itu air sudah tinggal 1 garis ubin, jentik nyamuk tersebar di 4 sudut. hanya dalam waktu sekitar 1 jam, kedua ikan itu melahap habis semuanya dan sepertinya mereka berdua kekenyangan. aku melihat mulut mereka yang terbuka lebar seperti mneyedot jentik itu sekali hisap. Bagiku melihat ikan makan itu seperti menyegarkan mata, so relaxing and jujur mungkin bisa dianggap melihat anak kecil yang disuapi ibunya dan mulutnya menganga lebar.

Lalu tibalah saatnya untuk menguras kamar mandi, kebetulan ibuku yang ingin melakukannya sendiri, karena biasanya aku yang mengurasnya. Ikan yang pertama sudah diangkut, sedangkan ibuku sudah membuka tutup sumbatan, dengan cepat air menyusut keluar dan ikan yang kedua tersedot ke dalam lubang kecil, ibuku berusaha mengeluarkannya walau agak sulit, lalu saat di pindah, ikan itu terlihat lemas dan kesulitan berenang. beberapa saat kemudia ikan itu mati. Hmmm sayang sekali.... aku tak tahu kenapa ia bisa mati, padahal ia tak begitu lama bernafas tanpa air. Bisa jadi ikan itu mengalami patah tulang??? Entahlah. Sejak saat itu aku selalu mengevakuasi ikan sebelum menguras kamar mandi, dan memindahkannya ke wadah gelas.

 Kini hanya tinggal seekor saja, aku sudah merelakan kematiannya (ceilaaahhh).  Lagipula sebenarnya beli satu ekor saja sudah cukup, karena bisa lebih murah dan ikan tidak berebut makanan. Ayahku membeli satu kantong plastik berisi 2 ekor, jadi tidak beli sekeor saja. jadi ya begitulah. Hari bergganti pekan, aku mencari wadah yang baru untuk ikan karena kurasa terlalu sempit. Sesudah kupindahkan, ikan itu aku coba diberi semut, jadi setiap ada semut yang melintas aku ceburkan ia kedalam wadah itu, dan beberapa saat kemudian. HAAAAAPPP semutnya sudah masuk ke perut si ikan. 

Terkadang saat ada makanan yang dikerubungi oleh semut aku ambil mreka dengan jari yang basah, aku jadikan mereka pakan untuk ikanku hhhh. Sumber pangan yang bergizi untuk ikan. Pada suatu hari aku iseng memberi mereka semut hitam yang agak besar, tanpa pilih-pilih ia makan tapi sepertinya ia tidak bisa mencernanya dengan baik, jadi aku hanya memberi ia semut yang kecil. Namun pada minggu berikutnya aku coba lagi ternyata ia bisa mencerna semut hitam yang agak besar.Ketika ada nyamuk yg berseliweran di tubuhku aku cebleesssss, hmm mantap aku akan memberikan pakan terlezat untuk ikan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Kharos, Kharos Hidup (Welwitschia mirabilis)

  Jauh dari surga, beralaskan pasir   Daunnya terkoyak oleh angin yang berdesir   Purnama berganti sabit, ia selalu menjulur   Menembus ke bawah, kakinya panjang umur Walau tiada tetes hujan, kabut dan embun yang akan memeluknya   Meski kau sendirian, lega dan sukacita akan mendekapmu   Ia bertahan, sama sepertimu Berdiri enggan musnah, tabah sepanjang masa Terlihat bersimpuh, tengkurap menyerah   Namun jika kau lihat ke bawah Akar takkan takluk dengan mudah, menghujam ke tanah   Mengais serapan, menopang harapan, dari segala terpaan   Hari berganti pekan, terik berganti gigil Dia selalu di sana, selalu menantimu  Sebab ia yakin, senyum selalu tersumber darimu

MEMANG SUDAH SAATNYA

Siapa yang bisa menyangka Kukira engkau hanya tidur sementara Inilah hari ketika aku tak sanggup Berdiri tegap menatap Tibalah masa Saat aku tak lagi bisa Memandang hujan dengan cara yang sama Menata rapi seperti yang kau pinta Melihatmu terlelap dan tetap bernafas Telah kucatat semua hal-hal terakhir yang kau tunaikan Sudah kubaca resep yang telah kau tinggalkan Ku coba memeluk erat semua kepingan Hidupku seperti tenggelam, dan aku mengambang dalam kelimpungan Mengais-ngais ranting ku coba untuk menggenggam Seperempat abad bersamamu di dunia Terasa lebih berharga daripada emas seluas benua Kasihmu berpijar dan melekat di jiwaku Ku halangi waktu dari merenggut suaramu Dan telah ku lapangkan memori agar kau abadi        

SEPEREMPAT ABAD

Seperempat abad aku hidup di alam fana Bagaikan enam jam di rumah rasanya Pantaslah kau tak izinkanku berkelana Sebab kau memang hanya sebentar saja Menjadi bagian dalam kisahku di babak pertama Sementara Ku terhuyung-huyung untuk selalu tetap Berada di jalur yang semestinya  Harus kuhabiskan bergerak ke depan Membuka cobaan yang tertutup hari esok Tanpamu Hilangnya kesempatanku, berbakti padamu Kini telah sampailah di ujung  Dimana aku hanya bisa mengingat segala tentangmu Memeluk erat menyimpan rapat Kaleng dan laci yang berisi semua Bukti-bukti abadi bahwa engkau  Di masa itu jadi matahari di kala siang Air di kala kering, dan nafas di kala aku sesak terhimpit Terpujilah engkau