Langsung ke konten utama

MENGHIJAUKAN JAZIRAH ARAB DENGAN CARA YANG LUAR BIASA

 

Akhir-akhir ini aku menonton video di youtube tentang menahan laju penggurunan, reboisasi, permakultur dan memanen air hujan. Aku cukup antusias dengan hal seperti itu dan ingin segera menerapkannya di lingkungan sekitar, tapi aku juga berkhayal untuk menerapkan itu di beberapa titik di Arab Saudi

Jadi aku punya sepetak rumah di “lahan kosong” tepat disamping kaki bukit, setelah itu aku akan menyiapkan langkah-langkah berikut 4 bulan sebelum musim penghujan yg singkat tiba

  1. Memasang pipa dari talang untuk disambungkan ke tempat penampungan bawah tanah.

  2. Menempatkan 5 gentong berisi air disekeliling rumah

  3. Membangun 8 unit tempat berteduh untuk menampung air hujan masing-masing seluas 6x10m dengan tiang setinggi 2,5 meter, lalu dibagian ujungnya diberi pipa lalu disalurkan ke tempat penampungan air

  4. Membangun tempat penampungan air yang terbuat dari tembok yang dilapisi sebagai penghalang angin gurun dan sebagai penyejuk sekitar, diselingi dengan tanaman penghalang angin. Tingginya sekitar 2,1 m dengan lebar 1,2m dengan panjang masing-masing 5 m sebanyak 8 unit

  5. Di bawah tempat berteduh itu digunakan untuk ternak ayam, tempat penguraian limbah organik dengan menggunakan cacing tanah, memelihara ternak dan tempat pembibitan.

  6. Mencangkul tanah di dekat kaki bukit untuk membentuk saluran buatan dengan lebar sekitar2 0-30cm berbentuk y bercabang dengan cabang sebanyak 7 ruas yang mana akan bermuara pada empang sedalam 1.6m, panjang 10m dan lebar 5m (empang ini dilapisi terpal dan batuan)

  7. Mencangkul tanah lalu membuat parit berundak-undak seperti terassiring sedalam 30cm-60cm-90cm-120cm dengan bentuk setengah lingkaran (menghadap kaki bukit)

  8. Membuat demilunes sebanyak 33 unit untuk menghijaukan sekitar lingkaran lalu diisi dengan kompos (dibuat sepekan sebelum musim penghujan tiba)

    Lunar Landscaping: How Digging 'Half-Moons' Helps Re-Green Niger | Global  Climate Change La sécurité alimentaire dans la région du Centre Ouest du Burkina dans un  contexte de Changements Climatiques: quelles strategies d'adaptations pour  la production agricole? | Inspiring Climate Action

  9. Lalu kami membuat kerangka di atas parit tersebut untuk tanaman merambat

  10. Di atas empang ditaruhlah seperangkat sel surya untuk energi yang mandiri untuk mencegah penguapan dan mendinginkan sel surya

  11. Ketika tandon sudah penuh maka airnya disalurkan gentong-gentong

  12. Membangun 1 unit rumah kaca seluas 4x10m tidak ketinggalan dengan pipa yg menyalurkan air hujan dari atas

  13. Membuat penampungan air bekas wudhu dan bekas cucian


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup Kharos, Kharos Hidup (Welwitschia mirabilis)

  Jauh dari surga, beralaskan pasir   Daunnya terkoyak oleh angin yang berdesir   Purnama berganti sabit, ia selalu menjulur   Menembus ke bawah, kakinya panjang umur Walau tiada tetes hujan, kabut dan embun yang akan memeluknya   Meski kau sendirian, lega dan sukacita akan mendekapmu   Ia bertahan, sama sepertimu Berdiri enggan musnah, tabah sepanjang masa Terlihat bersimpuh, tengkurap menyerah   Namun jika kau lihat ke bawah Akar takkan takluk dengan mudah, menghujam ke tanah   Mengais serapan, menopang harapan, dari segala terpaan   Hari berganti pekan, terik berganti gigil Dia selalu di sana, selalu menantimu  Sebab ia yakin, senyum selalu tersumber darimu

MEMANG SUDAH SAATNYA

Siapa yang bisa menyangka Kukira engkau hanya tidur sementara Inilah hari ketika aku tak sanggup Berdiri tegap menatap Tibalah masa Saat aku tak lagi bisa Memandang hujan dengan cara yang sama Menata rapi seperti yang kau pinta Melihatmu terlelap dan tetap bernafas Telah kucatat semua hal-hal terakhir yang kau tunaikan Sudah kubaca resep yang telah kau tinggalkan Ku coba memeluk erat semua kepingan Hidupku seperti tenggelam, dan aku mengambang dalam kelimpungan Mengais-ngais ranting ku coba untuk menggenggam Seperempat abad bersamamu di dunia Terasa lebih berharga daripada emas seluas benua Kasihmu berpijar dan melekat di jiwaku Ku halangi waktu dari merenggut suaramu Dan telah ku lapangkan memori agar kau abadi        

SEPEREMPAT ABAD

Seperempat abad aku hidup di alam fana Bagaikan enam jam di rumah rasanya Pantaslah kau tak izinkanku berkelana Sebab kau memang hanya sebentar saja Menjadi bagian dalam kisahku di babak pertama Sementara Ku terhuyung-huyung untuk selalu tetap Berada di jalur yang semestinya  Harus kuhabiskan bergerak ke depan Membuka cobaan yang tertutup hari esok Tanpamu Hilangnya kesempatanku, berbakti padamu Kini telah sampailah di ujung  Dimana aku hanya bisa mengingat segala tentangmu Memeluk erat menyimpan rapat Kaleng dan laci yang berisi semua Bukti-bukti abadi bahwa engkau  Di masa itu jadi matahari di kala siang Air di kala kering, dan nafas di kala aku sesak terhimpit Terpujilah engkau