Kakiku melangkah, hati yang jengah
Cemas bertambah, nafaspun juga terengah-engah
Ku tutup mataku, terhirup udara berdebu
Sekeliling bersekat tinggi, semak hijau
Terhuyung seperti orang mabuk
Tertatih menahan kantuk
Ku harus tetap bergerak, selama jantung berdetak
Ku harus keluar, tujuan yang takkan pudar
Terhenti di jalan buntu, lamunanku membatu
Inginku panjat, tapi terjatuh
Tiada cara lain, terus mencari
Kesana kemari seperti arwah yang hidup
Sembari mengingat beberapa arah jejak kaki
Komentar
Posting Komentar