Aku sudah mengaku
Agar kalian tahu benang kusut yang membebat hatiku
Aku menyerah
Sekian kalinya memaklumi
Tak lagi aku menaruh hati
Berat rasanya, menyeka nyeri
Mungkin ku bukan sekian orang
Yang murni tulus
Jika terpaksa bertepuk sebelah tangan
Bolehkan aku menepuk pipiku
Lalu aku tampar dirimu?
Aku tak bermaksud
Pastikan saja ini bukan mimpi
Mimpi terburuk dalam dua dasawarsa
Memang benar adanya
Nasibku, yang kuratapi sesenggukan
Ku berharap sariawan menciumi bibirmu
Nikmatilah sensasinya, lihat keelokan cekungannya
Menyesap perihnya cinta, itulah yang kualami
Komentar
Posting Komentar