Aku berjalan di jalur setapak
Sejuk senyap menyeruak
Batu berlumut licin seperti akalku
Hampir saja tergelincir karenanya
Namun aku tak menghijau
Aku lebam membiru menuju ungu
Tibalah di suatu tempat
Di sini amarahmu akan mampat
Jarimu dirantai oleh suhu rendahnya
Dan batok kepalamu dipanah oleh guyuran dan tetesan
Keringkan dengan handuk
Tak selalu basah itu segar,
Kosongkan pikiranmu
Karena selamanya mencari jalan keluar
Adalah cara memecah perkara
Dari hulu ia meluncur
Mendorongmu agar tersangkut di celah batu
Retaklah ia, kuyup hidungnya
Matilah ia, dalam dinginnya
Tamatlah riwayatnya
Komentar
Posting Komentar