kepalaku berdengung
Dentuman irama jantung
Pompanya menendang rusukku
Kering lidahku yang licin, kehausan
Kau memang penting
Tapi kau juga membuatku pening
Tubuhmu dari gas dan logam
Aku ingin kau selalu ada dalam malam yang mencekam
Aku terbiasa denganmu
Hingga tensiku melonjak
Kini ku harus sedikit berjarak darimu
Ku harap kau terlarut dalam setetes urinku
Siapa lagi yang bisa kusalahkan
saat sistolikku melambung di atas kewajaran
Hanya kamu
Siapa lagi yang bisa kutuduh
saat dahaga, menyakar lidahku
Hanya kamu
Komentar
Posting Komentar