Pagi menguning ponsel berdering
Saatnya bangun saatnya bangkit
Beranjak dari pembaringan
Bertolak dari masa lalu
Lubuklinggau tempatku menepis galau
Ke Tanggamus saatnya derita ditebus
Singkarak tiada lagi hati terkoyak
Ke Sibolga terkumpul semua tenaga
Tanpamu ku masih tersenyum
Simpul bahagia yang takkan lepas
Tanpamu ku bisa bernafas lega
Tumpukan beban bayangmu
Sirna begitu saja
Kini kau hanyalah nama
Ingatan manis musnah tanpa sisa
Tiada lagi yang mengendap
Amarah sedih tawa seketika lenyap
Ku bersihkan hanya dengan berkelana (ke)
Komentar
Posting Komentar