
Wahai Senin,
Aku ingin bicara padamu
Kau tahu
aku ingin menghindar, atau melompatimu
Sialnya aku tak bisa
Seperti terikat pada kincir air
Kering dan basah kembali
Apesnya beruntun
Sungguh tak beruntung
Jika kau berupa manusia paruh baya
ku memohon padamu, doakan aku
Agar aku bisa tetap waras
Hanya segelintir pintaku
Elus lembut keningku
Lebarkan bahumu, hanya untukku
Berikan pahamu untuk menyangga peningnya kepala
Kau benar
Aku memang payah
Tapi setidaknya aku berusaha walau sedikit
Senin,
Semoga aku bisa menaruh hatiku padamu
Jika saatnya tiba
Berjanjilah padaku, kau akan membalasnya
Komentar
Posting Komentar