Sebuah siklus yang tak terputus
Jutaan tahun terus menerus
Sabit yang melengkung
Bersinar memantul dan menggantung
Seperti senyummu
yang tersusun dari bibirmu
Yang ingin kukecup dari ufuk timur
Yang akan ku hias dengan segugus gemintang
Tanpa senyummu
Surut hasratku
Tanpa bulan sabit itu
Hambar malamku
Mendung merah di langit
Mampu menutup pancarannya
Tak kuasa aku menepis rasa itu
Tak sangup meniup awan gelap
Yang menjadi tabir baginya
Namun esok malam ku masih bisa
Sebab, bagaimana ku bisa hapus begitu saja
Senyummu dari kisahku
Tlah kutautkan secuil hatiku pada senyummu
Lentera lampu berjejer berbaris
Menjadi polusi
Mengitari empat sudut
Delapan penjuru
Satu-satunya alat yang bisa meredupkan senyummu
Komentar
Posting Komentar