Di penghujung hari aku merenung lagi
Betapa rumit hidup menjadi insan yang murni
Ku hanyalah debu yang ditiup lalu pergi
Kusamku nasibku
Peluhku bersanding dengan air mata
Bagai arang dalam karung
Aku berubah haruslah berubah semestinya berubah
Yang mereka mau hanyalah wajah
Siapapun ia, yang berlaku adalah muka
Pada mulanya ku tak peduli
Akhirnya terhanyut seperti mereka
Demi bisa masuk ke dunia mereka
Aku rela mengacak sukma
Serpihan dan kepingan aura
Melepuh sejadi-jadinya
Sesuatu yang baru
Terlahir dari yang dulu
Beralih rupa yang bernafsu
Tersampaikan semua racun pikirku
Komentar
Posting Komentar