Malam menuju pagi
Mataku terbelalak tegak berdiri
Membisu dalam kusutnya hari
Memikirkan kesialan yang berkali-kali
Satu-persatu datang dan pergi
Membenciku setengah mati
Terkejut tiada henti
Tak kusangka aku bisa seteruk ini
Membongkar lebih dalam
Selidik dalam temaram
Kudapati diriku terpojok dalam suram
“Bendera merah” aku bergumam
Aku mengelupas, aku pasti berubah
Tiada artinya, sudah terlambat
Ku temukan diriku menyerah
Aku tersembunyi dan tersesat
Tak kusadari
Bendera merah telah tertancap
Di sekujur tubuhku, segenap jiwaku
Membekas di watakku, terpatri di lidahku
Komentar
Posting Komentar