Langsung ke konten utama

Postingan

Mie Ayam

  Setengah hari  yang berat berlalu  Isilah perutmu dengan semangkuk penuh gurih  Usai itu hadapilah dengan tegar  cadasnya dunia membuatmu lapar Usahamu menguras daya  Akhiri malammu dengan sebuah hidangan  Sesimpel mie ayam Bahagia yang mengenyangkan  Kuah segarkan bibirmu yang kering Seruput demi seruput mengular Habiskanlah perlahan nikmati Resapi tiap kunyahmu terbayang  Kelamnya dunia tanpa mie ayam Hangatnya memeluk diriku yang rentan

Lengkuas

Berhenti mengais cinta Pada sesuatu yang tak pernah dikira  Sebab kau pasti kecewa Redakan hausmu, minumlah seteguk fakta Lengkuas disangka daging Jahe yang seperti ayam Sekali gigit kau mengerutkan dahi Tapi ingatlah  Sebanyak apapun lengkuas yang tergigit Semuanya sementara  Berlalu lalang Sekuat apapun kau mengelak  Lengkuas hadir dalam sendokmu Sisihkan tapi jangan dibuang Biarlah ia memberi aroma dalam hidupmu Cari kedamaian semata Jangan lelah bahkan secuil Pegang dan simpan erat semua kenangan manis Demi hadapi badai 

Bilik Sumringah

Tiap kali merasa kesepian Lihatlah bulan atau bintang Jika tertutup awan sapalah ia Dengan meniup langit Jika akhir pekanmu hambar Keluarkan gelisahmu Nyanyikan suara dari hati Kipas angin menyorakimu Ketukan jarum detik Jangan dilirik Ambil nafas  Tepuk pundakmu gelengkan sekali Putar sebuah lagu Lenturkan tanganmu bayangkan semuanya nyata Teruskan berbunyi hingga  Bulan berganti mentari 

Kemuning

    Bertumbuh di dalam halaman Sepucuk tanaman Menyeruak harum wangi Haruskah ku memetik bunganya Atau kubiarkan berguguran Dilibas air mata Kemuning, putih bergeming Dedaunan mungil, berhias kerlipnya kelopak Ku hirup sari nan semerbak Betapa rapuhnya kemuning kecilku Bergoleran di tanah, tertiup disingkap debu Percayalah padaku walau hujan datang melucutimu Akan datang langit biru, terang tumbuhlah bungamu

ALTERNATE UNIVERSE OF INDONESIA

 Halo kawan kebudayaan Kali ini aku akan membagikan sebuah Semesta Alternatif yang menjunjung tinggi unsur kebudayaan. Berikut saya jelaskan: 1.      Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel dan Lampung tetap menjadi Buddha seperti di jaman Sriwijaya. Akibatnya, bahasa Melayu lebih banyak pengaruh dari Sansekerta. Akan ada banyak tempat seperti Candi Muara Takus atau Biaro Bahal. Kuil/Wihara berbentuk seperti rumah Gadang. Akan lebih banyak perkawinan campur antara Bumiputra dan Tionghoa. 2.        Batak melalui kota Barus menganut Kristen Ortodoks  sehingga muncul Huria Kristen Batak Ortodoks yang menggunakan ritus Aleksandrian dan menggunakan bahasa Batak Gerejawi sehingga mereka punya banyak perbedaan dengan Kristen lainnya di Nusantara, bisa dilihat ketika masuk gereja para perempuan mengenakan tudung ulos. Seiring perkembangan waktu orang Karo dan Gayo mulai memeluk Katolik ritus Timur. Pada bagian Toba dan bagian Timur Toba terdeapat ...

Cahaya di Bejana

  Jika kau merasa tak sanggup Menggapai dia Percayalah padaku  Masih ada ribuan bunga di taman yang bisa kau petik Masih berhamburan kupu-kupu yang takkan menampik Selalu ada tatapan lembut yang cerahkan harimu Selama kau masih menghirup udara yang sama Ketahuilah kau akan rimbun menghijau Di depan orang yang butuh naungan Bukalah lebar-lebar Kau harus berpijar Bentangkan layar Tanpa henti tiada gentar Pejamkan sejenak Lalu lihatlah pantulan wajahmu  Dalam sebuah bejana berisi air Basuh hatimu dengan kerelaan Gunting semua ikatan beban                                                                                                                              ...

Taman Apsari

Malam minggu ku tiada tara Gembiranya membuatku merasa Hidup ini bermakna Sekalipun penuh resah Aku masih bisa mengayuh sepeda kemari Bertengger pada bangku yang sepi Walau aku sendiri Setidaknya air mancur itu terpancar ke atas Memercikkan air untuk hati yang kering Bayangan bersamanya Terbawa hingga kini Seliweran seperti orang-orang di sini Saat dia duduk di sini Di sampingku, telinganya menangkap keluhku Di depanku ia hadiahkan senyum beku Aku genggam bagai kepingan es yang segera mencair Kerumunan membuatku bertanya Apakah aku tak layak untuk siapapun?  Deru kendaraan dan sorot lampu Seteguk botol yang kuminum Ku habiskan agar aku bisa pulang Tanpa beban tanpa ganjalan