Langsung ke konten utama

Postingan

Sadar Sentosa

  Kita diterbitkan ke dunia Dengan awalan kosong Seperti terjun tanpa kehendak Rotasi demi rotasi Kesadaran merantak bersemi di hati             Setetes hormon yang menyulut raga             Sebaris ilmu yang menggugah jiwa             Seribu giga fragmen penglihatan             Terkumpul dalam semalam Insting menempel pada dirimu Terarahkan pengalaman Begitu dewasa kita bertanya-tanya Entah itu filosofis atau omong kosong belaka Gejolak rasa ingin tahu Menyerempet keraguan Kesadaran itu meresahkan Mengapa kita harus merasakan ini dan itu Mengapa kita tergiur Untuk menggandakan variabel ke dunia yang fana Tak bisakah kita sesederhana berburu dan meramu Semudah membuka kelopak mata

Aphelion Perihelion

  Seperti ungkapan Kita sedekat nadi Lalu menjauh sejauh mentari Ku rasa tak seperti itu Ku coba ingat kembali Kita bahkan tak sedekat Sabang Merauke Seperti saat ini berjarak Miangas Rote Kita hanya berpapasan Dalam jangka seperseratus tahun di dunia maya Sisanya seperempat hari di dunia nyata Sesingkat itu seperti kedipan mata Sebuah kedipan yang mengubah hidupku Titik balik kisahku Tiap hari kembali seperti semula Jalur yang berkeliling Inilah masanya, saat terjauh darimu Sudah kuduga akan berada di sini Tempat yang kedap Dari pantulan wajahmu, gelombang suaramu

Pancal Pedal

    Seusai senja terlukis Aku menyeretnya keluar Percikan gerimis Seakan meludahi tangan yang memar             Keluar dari gang mulutku merapal keluhan             Mengayuh di antara dua trotoar             Lamat-lamat bibirku mengucap langgam             Secepat aku mengayuh sekeras aku bernyanyi Kutinggalkan mantel di rumah Siulan angin meremas tulangku Tiada seorangpun yang bisa kujamah Aku hanya sanggup untuk menunggu             Naik turun pahaku, punggung yang membungkuk             Ku bayangkan kau di belakang             Merengkuh dan melihat leher kusam ...