Langsung ke konten utama

Isi Otak dini hari

 Semua orang pada akhirnya

Kembali ke sarangnya masing-masing

Dan mataku belum terkatup

Menyala di bawah udara senyap

Dalam sekotak ruangan


Menulis generik dan omong kosong 

Diulang dalam balutan frasa kopong

Aku bernafas

Satu-satunya yang ku hirup adalah kesepian

Ruang putih yang luas tak bersudut

Digenapi gaung suaraku saat berteriak

Tumpahkan yang manis

Kuundang semut kemari 

Biarkan mereka berbaris

Agar kulihat keramaian mereka

Sampai mereka bubar

Hingga ku terlelap

Terpejam bersama redupnya lampu 












Komentar

Postingan populer dari blog ini

komik

 PeterLauris.com/comics

Aphelion Perihelion

  Seperti ungkapan Kita sedekat nadi Lalu menjauh sejauh mentari Ku rasa tak seperti itu Ku coba ingat kembali Kita bahkan tak sedekat Sabang Merauke Seperti saat ini berjarak Miangas Rote Kita hanya berpapasan Dalam jangka seperseratus tahun di dunia maya Sisanya seperempat hari di dunia nyata Sesingkat itu seperti kedipan mata Sebuah kedipan yang mengubah hidupku Titik balik kisahku Tiap hari kembali seperti semula Jalur yang berkeliling Inilah masanya, saat terjauh darimu Sudah kuduga akan berada di sini Tempat yang kedap Dari pantulan wajahmu, gelombang suaramu

BAGAIMANA JIKA JAWA BUKANLAH KUNCI?

  Beberapa kali aku berpikir apa jadinya jika persebaran penduduk Indonesia jauh lebih merata dari sekarang? Aku menghitung secara kasar bahwa  lebih dari 30 juta jiwa bisa berpindah ke luar Jawa demi pemerataan ini. Darimana aku bisa mendapat angak tersebut? yakni dari komposisi etnis dari 6 propinsi di pulau Jawa. Aku beberapa kali di media sosial menyayangkan program transmigrasi. Seharusnya orba fokus membuat aglomerasi baru di luar Jawa, agar semuanya bisa menjadi lebih sejahtera. Di samping itu, pemerintah harus mengawasi pelabuhan dari "serbuan' perantau yang ingin mengadu nasib di pulau Jawa. Mungkin ini terdengar agak otoriter, namun ini jauh lebih adil dan tidak menimbulkan dampak sosial yang besar serta mengurangi potensi konflik horizontal di masa depan antara pendatang dan pribumi.   Hmm sudah terbayang berbagai macam alternatif di kepalaku Bagaimana dengan kalian? Oh iya satu lagi bagaimana kalau kegiatan ekonomi juga tersebar di 7 bagian Indonesia?...