Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Tiada Rotan Akar pun jadi

Kita bertemu di tempat yang mustahil Tak berpikir panjang Tanpa malu ku menyapamu Mengalir begitu saja Di antara celah-celah bahagia Ku rasa ini orangnya Namun hidup tak seindah drama Terbangun dari mimpi Kenyataan menampar mimpiku Ku takkan memaksamu Untuk memberikan hatimu Cukup luangkan waktu Hingga senja membiru Mendengar keluh kesahku Menyadari hal itu  Segara pudar perasaanku  Cukup berikan bahumu Sebagai tempatku menangis Hingga air mataku habis Mataku tertutup khayalan Buta karena cinta Ilusi yang menggila Hingga akhirnya terkoyak merana Reff  

BAGAIMANA JIKA JAWA BUKANLAH KUNCI?

  Beberapa kali aku berpikir apa jadinya jika persebaran penduduk Indonesia jauh lebih merata dari sekarang? Aku menghitung secara kasar bahwa  lebih dari 30 juta jiwa bisa berpindah ke luar Jawa demi pemerataan ini. Darimana aku bisa mendapat angak tersebut? yakni dari komposisi etnis dari 6 propinsi di pulau Jawa. Aku beberapa kali di media sosial menyayangkan program transmigrasi. Seharusnya orba fokus membuat aglomerasi baru di luar Jawa, agar semuanya bisa menjadi lebih sejahtera. Di samping itu, pemerintah harus mengawasi pelabuhan dari "serbuan' perantau yang ingin mengadu nasib di pulau Jawa. Mungkin ini terdengar agak otoriter, namun ini jauh lebih adil dan tidak menimbulkan dampak sosial yang besar serta mengurangi potensi konflik horizontal di masa depan antara pendatang dan pribumi.   Hmm sudah terbayang berbagai macam alternatif di kepalaku Bagaimana dengan kalian? Oh iya satu lagi bagaimana kalau kegiatan ekonomi juga tersebar di 7 bagian Indonesia?...